Pages

Rahasia Jurus Gagal



Mengikuti pesan Tung Desem Waringin motivator nomor 1 Indonesia yang menjelaskan satu buah jurus gagal adalah belajar kepada orang yang salah. Jika Anda ingin menjadi seorang pengusaha maka belajarlah kepada seorang pengusaha yang sukses. Kalau Anda belajar kepada seorang pekerja maka siap-siap untuk segera gagal.

Intinya adalah kita disarankan untuk belajar kepada ahlinya. Mungkin seorang pekerja juga bisa dan punya pemikiran usaha. Akan tetapi mungkin tidak mumpuni selayaknya seorang pengusaha yang setiap harinya berusaha mengurusi perusahaannya, mengatasi kendala yang ada, mengatur barisan pekerja dan efisiensi sumber daya yang dia punya. Pilihan di tangan kita kepada siapa kita akan belajar.

Saya sendiri sekali waktu membaca, mendengar dan menonton bagaimana para pengusaha mengambil keputusan demi keberlanjutan usaha mereka. Bacaan tersebut bisa buku cetak atau berbentuk PDF yang kita bisa download online lewat internet. Kita juga bisa mendengar pesan-pesan mereka dari siaran radio bisnis ataupun file-file berbentuk audio. Ataupun kita juga bisa menonton mereka online melalui Youtube misalnya. Anda bisa mulai ketik nama semisal Tung Desem Waringin, Mario Teguh, Andrie Wongso, Krisnamurti, Bong Chandra, James Gwee, Gede Prama, Hermawan Kartajaya dan Christian Andrianto.

Akhir-akhir ini saya sendiri iseng untuk belajar dari beberapa ahli dari luar negeri semisal pengusaha dalam acara Dragons' Den dan The Young Apprentice. Saya banyak belajar dari acara Dragons' Den yang isinya adalah presentasi usaha. Presentasi tersebut isinya adalah cerita produk dan usaha yang sedang dijalani seseorang. Kemudian dalam presentasi tersebut dia meminta sejumlah uang kepada 4 orang panelis pengusaha untuk diinvestasikan. Dari situ saya belajar bagaimana seorang pengusaha harus jeli apakah proposal usaha tersebut menguntungkan atau tidak, sisi apa saja yang harus digali lebih lanjut untuk meningkatkan keyakinan dan mengambil keputusan tepat cepat saat itu juga tanpa penyesalan.

The Young Apprentice
Beda lagi dengan acara The Young Apprentice yang isinya adalah anak-anak muda berusia belasan tahun. Mereka terpilih dari sekian kandidat dan mereka kemudian harus menjalani masa karantina demi persiapan menjalankan dari misi dagang satu ke misi dagang yang lain. Dalam setiap misi akan di pecat satu orang yang kurang kompeten untuk lanjut ke misi berikutnya. Sebagai imbalannya, satu orang terakhir yang mampu bertahan dan terpilih sebagai seorang The Young Apprentice yang akan mendapatkan dana hibah sekitar seribu dollar atau pounsterling untuk modal usaha. Tidak hanya modal akan tetapi motivasi dan supervisi pun akan ia dapatkan demi suksesnya investasi dalam usaha tersebut.

Dari acara The Young Apprentice sendiri, saya belajar bahwa hidup tidah harus mulai umur 40 tahun. Mumpung masih sehat, muda, perkasa maka itulah kesempatan untuk memaksimalkan potensi. Tentunya tidak ada kata terlambat bagi yang merasa tidak muda lagi. Yang terpenting adalah meniru semangat 'Young, Hot and Fresh from the Oven' seperti halnya Lord Sugar dan Donal Trumph.

No comments:

Post a Comment