Pages

Mau Apa Setelah Lulus SMU?


Kebanyakan anak-anak SMU sederajat bingung jika ditanya kemana mereka setelah lulus nantinya. Kata ‘tidak tahu’ atau ‘lihat saja nanti’ adalah kata yang paling sering kita dengar. Kebingungan ini tentunya wajar karena bisa jadi kurangnya arahan orang tua atau lingkungan mengenai cita-cita dan bagaimana cara mencapainya. Sehingga sekolah yang sekarang ditempuhpun terkesan untuk mengisi waktu ataupun memenuhi permintaan orang tua.

Delapan hal-hal berikut bisa menjadi bahan diskusi dan rekomendasi untuk mengatasi kebingunan kita yang saat ini masih sekolah ataupun sudah lulus.

1. Melanjutkan Kuliah
Momok biaya kuliah yang besar mungkin menjadi pertimbangan kebanyakan orang untuk melanjutkan kuliah. Padahal untuk saat ini banyak sekali skema beasiswa yang bisa kita peroleh untuk mendukung kuliah kita. Beasiswa tersebut bisa jadi bersifat penuh ataupun sebagian. Bisa berasal dari kampus tempat kuliah tujuan kita ataupun dari yayasan penyedia. Contoh beasiswa tersebut misalnya beasiswa Ikatan Dinas, Bidik Misi yang sekarang gencar dipromosikan di setiap kampus, kemudian beasiswa prestasi, Supersemar, Djarum, Sampoerna, Jamsostek, dan lain sebagainya. Baca lebih lanjut mengenai info dan strategi beasiswa.

2. Bekerja
Pilihan ini juga merupakan hal yang baik untuk menata masa depan lebih awal. Bekerja dengan giat, rajin, loyal, dan disiplin akan meningkatkan tampilan dan hasil kinerja kita ke depan. Sehingga dari waktu ke waktu posisi kita akan terus meningkat. Selalu tunjukkan kepada pimpinan bahwa kita mampu dan layak dalam mengerjakan dan menduduki posisi tertentu.

3. Menikah
Setelah lulus SMU sederajat, kita akan berada di usia 18 tahun dimana usia tersebut sudah diperbolehkan undang-undang untuk menikah. Artinya pilihan ini juga merupakan pilihan yang baik asalkan kita sudah siap untuk masuk ke gerbang tersebut.

4. Sekolah Akademi atau Ikatan Dinas
Menjadi bagian dari Angkatan bersenjata TNI dan Polri adalah sebagian pilihan para lulusan SMU Sederajat. Setelah lulus mengikuti Akademi tersebut tentunya menunggu pekerjaan dan penghasilan yang jelas. Namun fisik yang sehat dan fit menjadi persyaratan utama saat kita ingin menjadi bagian dari TNI dan Polri.

5. Mendaftar Pegawai Negeri Sipil (PNS)
Pendaftaran PNS selalu terbuka peluangnya setiap tahun. Peluang tersebut dibuka selebar-lebarnya bagi siapa saja termasuk para lulusan SMU sederajat untuk ikut berkompetisi di dalamnya. Kesempatan tersebut terbuka disetiap lini pemerintahan baik sekolah, pemerintah daerah, kementrian, dan lain-lain. Umumnya informasi sudah bisa diakses mulai bulan September setiap tahunnya.

6. Memiliki usaha
Menjadi pengusaha adalah pilihan untuk mandiri dalam urusan finansial baik modal, target penjualan, penetapan laba, dan manajemen usaha. Artinya kita butuh mentor, pengalaman, dan pengetahuan yang cukup saat ingin mulai terjun ke dunia yang satu ini. Jika modal menjadi kendala, maka bisa menengok ke jenis-jenis usaha yang membutuhkan modal kecil misalnya usaha yang modalnya sekitar 1 jutaan, franchise atau bisa juga modalnya patungan. Tapi yang paling penting dari dunia usaha adalah semangat pantang menyerah sebelum mencapai hasil yang diinginkan. Nasehat pak Jusuf Kalla adalah mulailah usaha dengan modal ‘bidang apa yang Anda sukai’. Artinya saat aral merintang, semuanya akan mendapatkan solusi karena kita bahagia saat bergelut mencari pemecahan masalah.

7. Berinvestasi
Melakukan investasi adalah khusus bagi kita yang memiliki kelebihan uang. Selain uang tersebut ditabung, alangkah baiknya sebagian yang lain diinvestasikan ke dalam bentuk deposito, saham, atau modal usaha gabungan yang dijalankan oleh tim kerja.

8. Mix and Match
Pilihan terakhir ini adalah pilihan kita yang suka dengan Multi Tasking. Yaitu orang-orang yang mampu membagi waktu untuk melakukan beberapa hal sekaligus. Misalnya kita kuliah sambil jualan pulsa atau cemilan di kampus. Contoh lain misalnya bekerja sambil kuliah tetapi juga menikah. Ada juga yang kuliah sambil menjadi mentor privat di waktu luang, menjadi tukang fotokopi, jualan gorengan, es teh, loper koran dan masih banyak lagi.

Nah, ternyata pilihannya banyak sekali bukan. Tidak harus kita melulu kuliah saja, atau bekerja saja. Terkadang saat kita bekerja sambil kuliah, ilmu yang kita dapatkan mampu meningkatkan kinerja dan kepribadian kita sekaligus membantu promosi jabatan. Sebaliknya bagi yang kuliah sambil bekerja ternyata mampu meningkatkan kemampuan manajerial waktu dan pengalaman. Apa yang perlu kita lakukan saat ini adalah memahami siapa dan kemampuan kita untuk segera mengambil langkah maju ke depan. Kenapa? Karena sang waktu terus berdetik maju dan berlalu. Tidak ada kata mundur hanya ada kata MAJU! MAJU! dan MAJUUU!

No comments:

Post a Comment