Pages

3 Nasehat Mendapatkan Beasiswa (Part 1/3)

Pernahkah merenung mengapa banyak tantangan dan kegagalan selama menjadi seorang Scholarship Hunter? Apakah hanya galau saja tanpa pernah terbersit pikiran tentang SEBAB itu semua?.

3 hal berikut merupakan refleksi perjuangan saya selama ini yang mungkin bisa menjadi nasehat untuk kawan-kawan semua. Ingat, hanya menjadi nasehat loh ya, artinya boleh dilakukan, boleh juga tidak atau jika kurang bisa ditambahi dan dimodifikasi sesuai situasi, kondisi, kemampuan, dan kebutuhan. Nasehat yang pertama adalah BERDAMAI. Maksudnya apa dan kepada siapa?

Apa yang didamaikan adalah hati kita masing-masing. Buatlah hati kita setenang mungkin saat mengejar beasiswa. Caranya adalah dengan membersihkannya dari kotoran-kotoran hati. Ilmu itu adalah cahaya dan akan terpantul dari hati yang bersih. Masih ingat bahwa penampilan kita adalah jendela hati? jika hati sedang sedih, maka wajah kita juga akan terlihat semrawut, penampilan kita kusut, termasuk kinerja kita juga akan kacau balau. Maka benahi hati kita terlebih dahulu untuk kembali ke jalan yang benar. Mulailah untuk membereskan semua hal yang membuat hati kita risau, galau, dan berkecamuk. Sehingga akhirnya jalan kita ke depan menjadi lurus dan baik. Bukankah itu yang kita inginkan? yaitu masa depan yang baik, yang cerah, dan penuh nilai tambah (Barokah).

yaya...saya sudah paham, selanjutnya...kepada siapa saja kita harus berdamai? yaitu kepada semua orang dan Tuhanmu. Kepada orang tua, keluarga, dan kawan-kawan mulailah forget and forgive, mulailah melupakan kesalahan-kesalahan mereka dimasa lalu dan memaafkan. Begitu juga kita sebaliknya mulai meminta maaf atas kesalah-kesalahan kita dan minta didoakan oleh mereka. Postur kita mungkin kecil, kemampuan pas-pasan tapi dengan doa mereka pastinya kita akan menjadi kuat secara mental.

Kemudian mulailah berdamai dengan Tuhanmu dengan berbenah hati melalui doa. Karena saya seorang Muslim saya coba menjelaskannya prinsip tersebut dari perspektif Islam. Mari kita mulai benahi sholat 5 waktu karena inti sholat adalah berdoa dan rukun Islam yang kedua baru diikuti amaliah membayar zakat, puasa, dan haji. Contohnya begini:
  1. Jika sholat kita belum genap 5 waktu maka target kita selanjutnya adalah menggenapkanya.
  2. Jika sholat kita sudah genap 5 waktu maka target kita selanjutnya adalah mengerjakannya di awal waktu dan berjamaah.
  3. Jika sholat kita sudah di awal waktu maka target kita selanjutnya adalah menambah sholat sunnah rawatib sebelum atau sesudah sholat wajib
  4. Pengen tambah lagi? oke2
  5. Jika sholat utama + rawatib sudah maka target kita selanjutnya adalah menambah sholat dhuha minimal 2 rakaat.
  6. Masih kurang? WOW
  7. Jika sholat utama + rawatib + dhuha sudah maka target kita selanjutnya adalah menambah sholat tahajud minimal 2 rakaat
  8. Jika masih kurang masih ada amaliah lain semisal infaq, sodaqoh (tidak harus harta), membaca Al qur'an, puasa Senin-Kamis, dan lain-lain Ingat! Hal-hal yang kita sebut diatas hanyalah contoh bisa ditambahi dan dimodifikasi sesuai situasi, kondisi, kemampuan, dan kebutuhan. Inti dari berdamai dengan Tuhanmu adalah mendekatkan diri kepadaNya dengan bertaqwa yaitu menjauhi larangan dan melaksanakan perintah. Mari mulai dari yang sedikit tapi berkelanjutan (Istiqomah). Dari yang kecil tetapi terus-menerus sesungguhnya lebih disukai daripada banyak tapi tidak menentu. Baru kemudian kita upgrade ke yang lebih tinggi.
Evaluasi-upgrade-berkelanjutan, Evaluasi-upgrade-berkelanjutan, Evaluasi-upgrade-berkelanjutan, terus...begitu polanya.


Miftachudin, MA.
 

No comments:

Post a Comment