Pages

Strategi Membuat Surat Rekomendasi Beasiswa

Rekomendasi adalah sebuah pengakuan seseorang terhadap kinerja orang lain. Bentuknya bisa berupa perkataan ataupun tulisan. Bentuk tulisan seringkali kita temui dalam format surat yang salah satunya dipakai dalam pengajuan beasiswa.

Sejauh pengalaman saya sebagai salah seorang scholarship hunter, membuat surat rekomendasi membutuhkan 5 strategi. Tujuannya adalah untuk mendapatkan dukungan yang kuat bahwa kita memang benar-benar layak untuk mendapatkan beasiswa tersebut. Lima strategi tersebut adalah sebagai berikut:



1. Mencari seseorang yang tepat
Kata tepat di sini adalah seseorang yang mengenal kinerja kita. Misal kita mengajar di sebuah sekolah maka orang yang paling tepat memberi kita rekomendasi adalah kepala sekolah kita. "Tapi kan saya punya rekan kerja yang mengenal saya lebih", mungkin kita memiliki pertanyaan seperti itu? secara hirarki tentunya Kepala Sekolah kita yang paling berhak memberikan penilaian terhadap bawahannya, yaitu Anda dalam hal ini.

2. Menulis sendiri isi surat rekomendasi
Aneh mungkin menurut kita saat menulis surat rekomendasi dari orang lain tetapi kita sendiri yang menulis. Faktanya memang begitu. Semakin kita mencari surat rekomendasi dari orang penting, semakin sulit kita untuk menemuinya apalagi meminta orang tersebut untuk menulis minimal 250 kata tentang diri kita.

Solusi nyata adalah kita menulis sendiri. Namun etikanya adalah pertama kita tetap harus menemui seseorang tersebut secara langsung. Katakan bahwa kita membutuhkan surat rekomendasi. Kemudian tanya orang tersebut "Menurut Bapak / Ibu ..., surat rekomendasinya bapak / Ibu tulis sendiri atau saya yang tulis?"

Biasanya dijawab "Anda saja yang tulis, saya tinggal tanda tangan". Perlu diingat, walaupun kita yang menulis janganlah seenaknya sendiri. Kenapa? karena surat tersebut harus tetap mencerminkan sudut pandang orang yang memberi kita rekomendasi. Maka kita perlu membayangkan seolah-olah menjadi seseorang tersebut yang sedang menilai diri kita.

3. Menulis dari sudut pandang yang berbeda
Ada beasiswa yang meminta kita mencari rekomendasi dari beberapa orang. Tentunya rekomendasi tersebut akan berbeda satu sama lain. Persoalannya jika kita harus menulisnya sendiri adalah bagaimana membuat sudut pandang yang berbeda.

Contoh kasus saya misal harus mencari 4 rekomendasi sekaligus saat mengisi aplikasi beasiswa. Pertama, saya mencantumkan rekomendasi dari Rektor yang membahas kinerja secara umum. Kedua rekomendasi Pembantu Ketua I yang membahas kemampuan mengajar. Ketiga rekomendasi dari seorang dosen yang membahas mengenai keaktifan saya dalam organisasi kampus. Keempat rekomendasi dari Pemilik sebuah pendidikan nonformal yang membahasa mengenai keterlibatan saya dalam pengembangan keterampilan kerja untuk masyarakat (Contoh menyusul).

4. Saatnya Percaya Diri
Menyombongkan diri itu boleh dalam konteks tertentu. Misal dalam interview kerja atau dalam lamaran pekerjaan selalu kita mencantumkan PILIH SAYA baik secara implisit atau eksplisit. Pilih saya karena saya mampu ini mampu itu, tahu ini tahu itu, bisa ini bisa itu TANPA harus merendahkan orang lain. Termasuk juga dalam menulis surat rekomendasi, kita harus wajib mencantumkan kelebihan-kelebihan kita sesuai perspektif tulisan yang sedang dibuat.

5. Mencantumkan Nama, Jabatan dan Titel
Setelah selesai menulis, sediakan ruang untuk tanda tangan bagi orang yang memberi rekomendasi. Selain nama, titel juga harus dicantumkan.Tujuannya adalah memberikan impresi yang kuat kepada pemberi beasiswa bahwa orang yang memberikan rekomendasi adalah orang yang profesional dalam bidang tertentu. 

Jabatan juga perlu dicantumkan sebagai tanda korelasi posisi orang tersebut dengan posisi kita. Sekaligus menjelaskan bahwa dengan jabatan tersebut orang tersebut memiliki hak untuk memberikan penilaian.

No comments:

Post a Comment