Pages

Menggapai Mimpi Melalui Beasiswa FLTA Amerika

Dalam hidup ini, setiap orang sudah seharusnya memiliki mimpi. Dan sesuatu yang wajar jika setiap orang ingin mimpi tersebut menjadi kenyataan. Ada yang bermimpi menjadi seorang polisi, gubernur, dosen, dan sebagainya. Namun tidak sedikit yang hanya terus bermimpi tanpa bangun untuk berusaha membuat mimpi tersebut menjadi kenyataan

Bersyukurlah bagi mereka yang telah berjuang sekuat tenaga untuk menggapai mimpi tersebut. Pertanyaannya adalah bagaimana cara menggapai mimpi tersebut? Untuk menjadi seorang dosen, orang tersebut tentu harus memiliki pendidikan tinggi minimal pascasarjana, atau bahkan doktor. Lalu jika ingin menjadi seorang pengajar Bahasa Inggris yang handal, apa yang harus di lakukan? Apapun latar belakang pendidikan dan mimpi masing-masing dari kita, kita semua sepakat bahwa kita harus membuat usaha yang maksimal.

Pada saat ini,ada begitu banyak kemudahan yang memungkinkan kita menggapai mimpi. Salah satunya melalui beasiswa. Anda bisa menjadi seorang guru Bahasa Inggris yang handal dengan mendaftar beasiswa Fulbright program FLTA. Bagaimana jika Anda berasal dari beragam latar belakang pendidikan dan ingin melanjutkan kuliah kejenjang S2/S3 secara gratis? Ada begitu banyak beasiswa yang tersedia di luar sana seperti LPDP, Fulbright, Chevening, dan seterusnya. Beasiswa-beasiswa tersebut sedang menunggu Anda.

Pastinya kebanyakan dari kita sudah tau atau sekedar mendengar beasiswa Fulbright. Fulbright adalah beasiswa yang diberikan pemerintahan Amerika kepada banyak negara di dunia, termasuk Indonesia. Setiap tahun, Amerika memberikan peluang kepada warga Indonesia untuk berangkat ke Amerika baik itu untuk program S2, S3, ataupun non-gelar seperti menjadi pengajar bahasa Indonesia di salah satu universitas di Amerika.

Dari beberapa program yang di tawarkan Fulbright, terdapat satu program yang di sebut Foreign Language Teaching Assistant (FLTA). FLTA diperuntukkan bagi guru, dosen atau lulusan S1. Tentu ada beberapa syarat yang harus dipenuhi jika ingin melamar program tersebut seperti yang tertera di website www.aminef.or.id.Sebagai seorang penerima beasiswa Fulbright FLTA program, penulis ingin sedikit berbagi khususnya bagi lulusan S1 bahasa Inggris yang ingin ke Amerika dan tinggal disana selama hampir 10 bulan.

FLTA merupakan salah satu program yang di tawarkan beasiswa Fulbright untuk mengajar bahasa dan kebudayaan Indonesia serta mengambil beberapa mata kuliah di universitas di Amerika. Program ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada penerima untuk menjadi duta Indonesia mempromosikan Indonesia di Amerika, sekaligus memperbaiki kemampuan mengajar dengan mengambil mata kuliah serta kemampuan Bahasa Inggris penerima dengan tinggal dan seringnya berkomunikasi dengan masyarakat Amerika.

Pada periode 2013/2014, Indonesia mengirim 10 orang FLTA untuk berangkat ke Amerika dan tersebar di berbagai universitas di sana. Pertanyaannya adalah bagaimana tahapan proses seleksi beasiswa ini?

Beasiswa Fulbright untuk hampir semua program yang di tawarkan, buka setiap tahun. Biasanya deadline pendaftaran pada tanggal 15 Mei. Setelah melengkapi semua persyaratan dan mengisi formulir yang tersedia, pelamar harus mengirimkan formulir beserta dokumen yang dibutuhkan seperti ijazah S1 dan transkrip nilai yang telah diterjemahkan kedalam Bahasa Inggris, dan dokumen lainnya ke kantor AMINEF di Jakarta yang merupakan perwakilan beasiswa Fulbright di Indonesia.

Langkah selanjutnya adalah menunggu pengumuman dari AMINEF apakah lamaran Anda lolos atau tidak. AMINEF akan mengontak pelamar yang lolos seleksi administrasi via email. Jika Anda lolos seleksi administrasi, maka Anda harus bersiap mengikuti tahapan selanjutnya yaitu wawancara di kantor Aminef di Jakarta atau di kota besar lainnya.

Pada tahun 2012, penulis mendapatkan email dari AMINEF pada hari Kamis tanggal 14 Juni, tentang lokasi wawancara yang akan di adakan di kantor AMINEF pada tanggal 27 Juni 2012. Pelaksanaan wawancaranya terbilang mudah, namun tentu membuat penulis gugup menunggu giliran di panggil. Penulis di wawancarai oleh 4 orang dimana satu orang berkewarganegaraan Amerika, dan tiga lainnya orang Indonesia. Pada awal wawancara, kami berdiskusi tentang segala sesuatu yang tertera di formulir lamaran beasiswa penulis.

Setelah wawancara selesai, pelamar menunggu beberapa minggu akan keputusan panitia terhadap siapa saja yang akan lolos ketahap selanjutnya. Bagi mereka yang lolos wawancara, diharuskan mengikuti tes berikutnya yaitu tes kemahiran berbahasa Inggris (Internet-Based TOEFL).
Pada tahun 2012, penulis memperoleh email dari AMINEF pada tanggal 20 Juli 2012 yang memberitahu bahwa penulis lolos tahap wawancara. Oleh karena itu, penulis melakukan Internet-Based TOEFL pada tanggal 8 September2012. Tes kemahiran berbahasa Inggris tersebut penulis lakukan di UP2B Universitas Riau. Lalu setelah menunggu sekian lama, email dari AMINEF datang pada tanggal 26 Maret 2013 yang memberitahu bahwa penulis lolos tes dan menjadi penerima beasiswa Fulbright program FLTA.

Setelah terpilih sebagai penerima beasiswa, penulis diharuskan menghadiri program persiapan keberangkatan ke Amerika (2013 Annual Fulbright and Related Programs Scholarly Networking Eventand Pre-Departure Orientation) di Surabaya. Lalu pada tanggal 13 Mei 2013, AMINEF memberitahu bahwa penulis harus menghadiri wawancara visa Amerika di Jakarta. Setelah mengikuti segala tahapan seleksi beasiswa, akhirnya penulis berangkat ke Amerika pada tanggal 28 Juli 2013 untuk menghadiri orientasi FLTA di Columbia University, New York. Jadi penulis berada di Amerika terhitung pada tanggal 29 Juli 2013 sampai 15 Mei 2014.

Demikianlah proses yang harus dilalui bagi Anda yang ingin mendaftar beasiswa Fulbright program FLTA dimana Anda harus mengirimkan berkas ke AMINEF, lalu bagi yang lolos akan mengikuti wawancara di Jakarta, kemudian mereka yang lolos mengambil tes Internet-Based TOEFL, mengisi aplikasi online ke kampus tujuan, membuat visa Amerika di Jakarta, lalu berangkat ke Amerika sebagai penerima beasiswa.

Jika Anda berminat mengambil S2/S3 melalui beasiswa Fulbright, jika tidak salah proses yang akan Anda lalui sama seperti yang telah dijelaskan. Hanya saja Anda juga harus mengambil tes yang disebut GRE. Segala pengalaman yang di dapat penulis selama di Amerika sangatlah berkesan. Selain menjalankan tugas sebagai pengajar dan mahasiswa, penulis berkesempatan mengunjungi 7 negara bagian. Bersantai di Times Square dan mengunjungi Patung Liberty di New York, lalu bisa menikmati keindahan kota Washington DC merupakan pengalaman yang tidak terlupakan.


Pahmi Idris, MA.
 

No comments:

Post a Comment