Pages

Mumpung Masih Sekolah atau Kuliah, 6 Hal ini Perlu Kamu Siapkan Lebih Dini Untuk Mendaftar Beasiswa



Hal-hal yang akan di bahas berikut sebetulnya sudah tercantum dalam Biodata (Curriculum Vitae) yang akan kita kirim saat mendaftar sebuah program beasiswa. Terkadang hal-hal tersebut juga secara explisit ditulis saat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam aplikasi pendaftaran. Hanya saja mungkin kita tidak menyadarinya. Mau tahu hal-hal apa saja yang bisa kita siapkan lebih dini untuk mendaftar beasiswa?

1. Bahasa Inggris (English Proficiency)
  • Kemampuan bahasa adalah harga mati yang harus dipenuhi bagi setiap kita yang ingin mendapatkan beasiswa baik di dalam atau di luar negeri. Saat pendaftaran misalnya sudah dicantumkan berapa nilai yang harus dipenuhi. Ada yang butuh nilai TOEFL 500 atau IELTS 6.5 atau yang lain. Cek saja di persyaratan kemampuan bahasa yang harus dimiliki. Umumnya dengan nilai kemampuan bahasa Inggris yang tinggi, otomatis kita akan diprioritaskan.
  • Saran: Belajar secara bertahap. Bisa belajar mandiri menggunakan fasilitas gratisan salah satunya adalah punya kita GRATIS Kursus Inggris atau sumber yang lain. Bisa juga sih masuk kelas berbayar alias ikut kursus intensif. Masih mau beasiswa tapi tidak mau belajar bahasa? Kamu ya, ke laut aja!
2. Penghargaan (Award, Accomplishment, Scholarship, or Fellowship)
  • Pernah menang lomba, dapat penghargaan akademik, beasiswa, atau short course? nah ini saatnya untuk membanggakan itu, tulis semua dalam kolom penghargaan. Hal ini menunjukkan kita adalah orang yang siap berkompetisi, berani, percaya diri, dan memiliki inisiatif. Yang penting prestasi yang tidak signifikan dan tidak mendukung kompetensi akademik jangan dicantumkan, semisal pernah menang lomba makan kerupuk dan masukin pensil dalam botol saat lomba 17an. Selain menghabiskan ruang juga terkesan tidak serius.
  • Saran: Ikut berpartisipasi dalam setiap perlombaan atau seleksi yang ditawarkan sewaktu sekolah atau kuliah. Tidak ada salahnya ingin menang di setiap lomba. Tapi belajar untuk menang itu lebih penting, termasuk di dalamnya bangkit dari kegagalan dan menyelesaikan apa yang sudah dimulai. Setelah lomba selesai, simpan setiap sertifikat yang diterima, dan juga masukkan daftar prestasi tersebut ke dalam Biodata terbaru.
3. Riwayat Pekerjaan (Job History)
  • Ada beasiswa atau kampus yang mensyaratkan lama tahun bekerja sebagai syarat masuk. Saya misalnya, bisa mendaftar ke jurusan yang dituju jika memiliki pengalaman mengajar minimal 5 tahun. Kemudian beasiswa chivening misalnya mensyaratkan pengalaman kerja di bidangnya minimal 2 tahun. Tapi beda halnya dengan beasiswa LPDP yang tidak mensyaratkan hal tersebut.
  • Saran: Selain aktif kuliah, juga aktif mengisi waktu dengan bekerja jika masih ada waktu luang. Semisal lulus kuliah kemudian membutuhkan pengalaman kerja, minimal kita sudah memilikinya. Saya pernah bilang ke mahasiswa saya begini 'jika ada yang menawarimu pekerjaan mengajar berangkatlah dan jangan mikir untung rugi. Yang penting pekerjaan tersebut minimal sudah bisa membayar ongkos pulang pergimu. Pengalaman dan mengasah keahlian itu lebih penting dari pada uang. Umumnya orang yang berpengalaman dan ahli akan lebih mudah dan bahagia hidupnya di masa yang akan datang'.
4. Kerja Sosial (Social and Community Involvement)
  • Bagi sebagian kita mungkin kerja sosial tidaklah penting, buang-buang waktu, tidak ada kaitannya dengan karir kehidupan akademik kita. Mungkin loh ya! Tapi ternyata kerja sosial ini mengasah rasa empati kita terhadap orang lain, selain belajar berorganisasi, dan memperluas jaringan. Dari sisi beasiswa, para pekerja sosial adalah sejatinya orang kaya karena tidak butuh bayaran dan dermawan karena mau meluangkan waktunya untuk mengerjakan sesuatu untuk orang lain. Kalau mau tahu, bahwa pengalaman kerja sosial kita akan dihargai sangat tinggi saat mendaftar beasiswa.
  • Saran: Ikut salah satu atau dua organisasi sesuai dengan bakat dan minat. Kemudian profesional di sana dalam mengurusi organisasi tersebut. Biasanya orang yang sibuk akan lebih pintar dalam mengatur waktu. Jadi kita pun akhirnya jadi tambah pintar dalam mengatur waktu keseharian supaya kerja organisasi berjalan profesional dan target kuliah juga tercapai.
5. Karya Tulis (List of Publication and Articles)
  • Kegiatan menulis adalah sesuatu yang tidak mudah karena proses produksinya yang panjang mulai dari brainstorming, cari topic, cari judul, buat outline, menulis dratf, edit, revisi, proof, dan terakhir di publikasikan. Kadang sudah dipublikasi saja masih ada tahapan edisi revisi bukan? Nah, sudah tahu kan panjang. Mulailah dari sekarang jika ingin memiliki kemampuan menulis yang mumpuni saat mendaftar beasiswa dan menjalani studi nantinya. Mulai dari menulis sebisanya. Kemudian dengan meningkatnya kemampuan menulis, kita akan menjadi mampu menulis panjang, yang terakhir baru ahli dalam menulis sesuai dengan gaya kepribadian kita.
  • Saran: menulis di media-media yang kita suka mulai dari diary, blog, online note FB, buku, paper seminar dan lain-lain. Tidak usah takut di cibir, karena belum tentu mereka punya keberanian untuk mengungkap ide seperti kita.
6. Keikutsertaan dalam seminar nasional atau internasional (Seminar Involvement)
  • Seringkali di sekolah, kampus, atau daerah mengadakan seminar nasional ataupun internasional. Kemudian membuka pendaftaran baik sebagai peserta ataupun pemakalah. Inilah kesempatan kita untuk menambah daftar keikutsertaan seminar. Jika ingin dihargai lebih berarti harus mencoba untuk mempresentasikan ide kita dalam bentuk karya tulis dan menjadi pembicara. Nah loh malah dapat dua kan, daftar karya tulis kita bertambah, dan dalam kesempatan yang sama pula kita bisa mencantumkan kehadiran kita dalam kolom seminar involvement.
  • Saran: ikut aktif dalam seminar-seminar yang sesuai dengan bidang dan minat kita. Banyak seminar yang sifatnya gratis baik online maupun online. Tapi banyak juga seminar yang sifatnya berbayar. Walaupun berbayarpun, biasanya juga masih terjangkau. Apalagi menggunakan kartu sakti 'kartu mahasiswa' untuk minta diskon. Pasti dikasih oleh panitia.
Secara umum hal-hal tersebut yang biasanya diminta oleh pemberi beasiswa baik dalam aplikasi tertulis atau ditanyakan dalam wawancara. Kalau kita jujur dan penuh integritas terhadap 6 hal tersebut diatas, kita akan lebih mudah nantinya saat melewati tahapan seleksi administrasi dan seleksi wawancara. Gut Lak! ya, untuk persiapan lebih dininya!


Miftachudin, MA.

oOo


No comments:

Post a Comment